Senin

Aku dan Rembulan

Aku dan Rembulan
song by:


Berkereta rembulan
Menghitung bintang-bintang
Cahayamu bagai lentera, menerangi harapan

Ku duduk di atas bulan
Terbang jauh ke awan
‘ Kan kucari arah yang pasti
Arungi kehidupan

Kulihat semua sungguh indah
Alam berseri semesta bernyanyi
Oh… Damai bahagia
Terasa dalam hati
Tiada lagi sedih, tiada lagi sepi

Kuingin kembali kesana
Alam berseri semesta bernyanyi
Oh… Damai bahagia
Terasa dalam hati
Di dalam hatiku, di dalam hatimu

Berkereta rembulan
Menghitung bintang-bintang
Hari esok pasti kujelang
Tanpa ragu ‘tau bimbang

Kamis

kenangan KRL

KENANGAN KRL




seperti baru saja terjadi kemarin
kumenggerutui dirimu
lewat kata dan wajah cemberutku
"aku lebih suka naik taxi"
sehingga tak kuciumi aroma aroma penat
tak kurasakan himpitan himpitan sesak
membuatku serasa tak lagi menapak
dan perutku trasa melompat lompat

dan hari ini
aku sengaja naik lagi kereta yang sesak ini
hanya untuk mencium aromamu yang pernah melekat
diantara derak derak himpitan penat
kaki yang tak lagi menapak
..................................
namun, hangat rengkuhmu kembali menyeruak
baluti resah desah hati yang menyalak nyalak

seperti baru terjadi kemarin
kaki ini benar benar tak sanggup menapak
deru berita tentangmu membuatku terhenyak
dan kau tlah berada di ruang yang tak mungkin kujamah dan kutatap
..........................

dan disini, 
dikereta yang penuh dan sesak
diantara keringat keringat penat
kau mampu kujamah dan kutatap
lewat rangkai kenang kereta yang bergejolak meruap
lewat kaki yang juga tak menapak
aku melihatmu tersenyum

*mengenang: Nurheny Prasetya Sendy, sahabatku*

Selasa

tentang cinta

kita tak selalu seia sekata
bahkan seringkali berburuk sangka
saling menghina
saling mengeja cacat dan cela

tak banyak kenang indah
tersering menata luka
namun kita lalui banyak hari bersama
dalam wujud persaingan yang penuh makna dan warna

engkau bukan orang yang ingin aku puja
kelebihanmu membakarku dalam amarah
namun, tak pernah ku berbahagia
disaat kau terpuruk dalam duka dan noda

pun sebaliknya...

kita bersatu kala badai menerpa
tak tercerai saat lalui duka nestapa
tangan terulur saat ada yang jatuh dan luka
saling menjaga saling terjaga kala resah melanda

karena kita adalah keluarga
kita sadari atau tak tersadari
kita saling mencinta
Cinta yang dititipkan pada kita

'dari rahim yang sama'

nb:'terselip doa untuk kakak tercinta'
 
Tree Hearts Blogger Template